Puisi Radar Bojonegoro, 29 September 2013


Air Mata

Tuhan memberiku sampan
untuk kulayari masa-masa silam
dalam bantaran sungai air mata
yang hanya mengalir di tengah malam

Tuban, 10 September 2013


Bercermin

di depan cermin
wajah kita memang nampak samar
sedang orang lain
begitu jelas atas dandanan yang kurang

Tuban, 10 September 2013


Dalam Tawamu

dalam tawamu
ada debu-debu ilmu
berhambur-hambur
tertiup angin takabbur

dalam tawamu yang dingin
kaubeku-batukan hati
sampai tak tercairkan zikir
tak terpecahkan surah-surah
mungkin hanya sebuah benturan
yang akan memulangkanmu ke ruang ingatan
akan dosa dan kelalaian

Tuban, 10 September 2013


Kiriman
: ahli kubur

kapan lagi mereka kau ingat
selain seusai shalat
atau seminggu sekali tiap malam Jum'at
lewat doa dan ayat-ayat?

Tuban, 10 September 2013


Kokok Ayam

pernahkah kau dengarkan kokok ayam di tengah malam?
Konon Tuhan sedang blusukan
ke gang-gang dada yang sembahyang

cobalah sekali-kali kau dengarkan
kokok ayam di tengah malam
kedengarannya seperti terompet perang,
atau terompet penghidupan yang sengaja ditiupkan bagi ruh-ruh pilihan?

Tuban, dini hari 10 September 2013


Novel

apa tak salah kau sesenggukan
membaca novel karya teman-teman
sedang Novel karya Tuhan kau baca dengan belingsatan
tanpa senggukan maupun penghayatan

Tuban, 10 September 2013


Proposal

apa kau tak malu
atau memang tak berkemaluan
sehingga setiap waktu kau ajukan proposal kepada Tuhan
sedang kau tak pernah berpihak pada Partai-Nya?

Tuban, 10 September 2013


Tumbal

kita sering salah dalam menafsirkan usaha;
sampai-sampai menyogok Tuhan segala
bukankah Dia lebih Kuasa dibanding kita?

kita sering lupa dalam doa;
meminta hal yang tak sepantasnya
dengan todongan yang berupa-rupa,
dan waktu singkat dalam usaha

kita sering berlebihan dalam bersyukur
berhambur-hambur tanpa ukur
sedang tak kita sadari, amalan luhur perlahan luntur

Tuban, 10 September 2013

Comments